Bangga Menjadi Narablog

Menulis awalnya adalah sebuah kegemaran hingga menghasilkan beberapa karya tulis dan Jurnal Ilmiah. Memiliki lingkungan yang menuntut harus terus belajar dan mengembangkan diri mengantarkan saya menjadi seorang narablog.

Awal mula menjadi narablog

Perkenalan saya dengan dunia menulis dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Menulis cerita sehari – hari dalam diary hingga suatu ketika menulis sepucuk surat pengajuan keinginan saya kepada orang tua, dan ternyata alasan yang saya ajukan saat itu mampu menggerakkan hati orang tua untuk menyetujui permintaan saya.

Berlanjut hingga SMP kebiasaan menulis diary tetap saya lakukan. Menginjak usia remaja saat duduk di bangku SMA saya mulai menyusun karya ilmiah bertema Biologi dengan bimbingan dari ayah dan guru sekolah, Alhamdulillah saya cukup puas meski hanya meraih peringkat ke dua tingkat Provinsi.

Sumber gambar : Pixabay

Aktifitas menulis diary tidak lagi berlanjut saat di bangku kuliah, kesibukan di kelas dan laboratorium hingga menjelang malam hari menyita seluruh energi, hingga tiba waktunya menyusun skripsi.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Keperawatan, saya diterima sebagai Staf Pengajar di Perguruan Tinggi Negeri, di sana saya mulai menyusun beberapa modul dan bahan kuliah. Selang beberapa tahun kemudian saya melanjutkan pendidikan pada Magister Keperawatan.

Selama menempuh pendidikan Magister karya tulis yang saya hasilkan hanya sebatas tugas kuliah dan thesis yang telah dipublikasi pada Jurnal Ilmiah.

Beberapa tahun saya habiskan sebagai staf pengajar, kemudian saya diberi kesempatan untuk bergabung di ICU Bedah Jantung Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA).

Kehidupan sebagai pengajar dan perawat ICU sangat berbeda, kesempatan untuk menulis sangat sulit, sehingga mengantarkan rasa rindu teramat sangat untuk menulis.

Suatu hari sebuah link dari media digital milik seorang teman dikirim dalam group percakapan Wathsapp ICU oleh Kepala Unit Instalasi ICU RSUZA dr. Teuku Yasir, SpAn. KIC., mendorong rasa penasaran dan keinginan mendalam untuk memulai menulis di media digital.

Saya mulai dengan semangat menulis di sebuah platform digital, dan Alhamdulillah tulisan saya dipercaya sebagai pemenang dibeberapa kompetisi menulis.

Keinginan untuk terus berkembang akhirnya mengantarkan saya untuk serius menekuni dunia blog melalui akun wordpress dengan domain berbayar ini.

Sumber gambar : Pixabay

Meski jauh dari kata sempurna, tapi saya cukup berbangga, mimpi menjadi penulis di era digital telah menjadi kenyataan. Dunia terasa lebih indah, menjadi narablog di era digital telah melemparkan angan ke batas yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

Saya masih tertatih sebagai narablog, meski seluruh karya tulis digital yang saya hasilkan berasal dari smartphone yang tidak terlalu canggih, tapi semangat untuk terus maju akhirnya membuat saya memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi blog nodi ini.

Sumber gambar : pixabay

Alasan mengapa senang menjadi narablog

  1. Menjadi narablog membuat saya lebih banyak belajar.
  2. Menjadi narablog membuat hidup saya lebih seimbang.
  3. Saat menulis adalah Me time bagi saya.
  4. Menjadi narablog memungkinkan saya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan apa yang saya rasakan pada orang lain.
  5. Narablog telah membuat saya mengenal media digital lebih dalam.
  6. Narablog telah membuat saya mengenal banyak teman baru.
  7. Narablog telah menjadikan saya untuk semakin terpacu dalam mengembangkan diri.
  8. Narablog telah membantu mewujudkan mimpi saya untuk menulis sesuatu yang mudah diakses oleh pembaca.

Konten dalam tulisan

Konten tulisan yang saya hasilkan biasanya tentang motivasi, pengalaman hidup, dan aktifitas saya sehari – hari. Sebagai narablog pemula saya sadar harus lebih banyak belajar, karya saya jauh dari kata sempurna, tetapi semangat untuk terus menulis tidak akan padam.

Menulis dengan handphone

Seluruh tulisan saya hasilkan melalui bantuan handphone sederhana, disela aktifitas sebagai perawat ICU dan juga ibu dari dua buah hati, saya menyempatkan diri untuk memuaskan hasrat saya dalam menulis.

Menulis dengan bantuan smartphone sangat memudahkan saya untuk membuat narasi dimana saja dan kapan saja dibandingkan dengan menggunakan perangkat lain.

Resolusi tahun 2019

Besar harapan saya di tahun 2019 ini untuk semakin mengembangkan blog sehingga dapat bergabung dengan komunitas blogger lainnya, mendapatkan ilmu lebih banyak agar menjadi narablog yang lebih baik.

Saya ingin mengembangkan diri dengan dengan menulis tentang tema – tema lebih serius terutama menyangkut profesi yang saya tekuni saat ini.

Sumber gambar : pixabay

Harapan jika memenangkan kompetisi blog nodi

Kemenangan yang saya raih akan menambah semangat dan rasa percaya diri dalam menulis, saya akan menggunakan hadiah untuk mengembangkan diri dengan membeli buku dan kamera yang sudah lama saya idamkan. Buku adalah sarana bagi saya belajar sedangkan kamera akan saya gunakan untuk menangkap moment dan membagikannya kepada pembaca.

Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih kepada penyelenggara kompetisi blog nodi yang telah memungkinkan saya untuk mengikuti kompetisi luar biasa ini. Semoga tulisan ini menarik bagi dewan juri, dan besar harapan saya bagi pembaca dapat termotivasi agar bergabung menjadi narablog pada era digital ini.

 

Teruslah Bermimpi

Source : pixabay

Semilir angin melewati celah jendela kamar yang sengaja terbuka, meniup tirai dengan penuh tenaga. Ingin rasanya menjadi angin, meniup dengan semangat segala gundah yang sedang melanda hati.

Hilir mudik kekacauan mewarnai hari, membuat berat untuk beranjak dari tempat tidur. Hidup memang tak pernah sama, cerita dari hari ke hari pasti berbeda.

Sekejap membenamkan diri dalam empuknya tempat tidur, menerawang dan banyak berfikir akhirnya sebuah keputusan untuk beranjak dari tempat tidur menjadi keputusan yang bulat.

Source : pixabay

Mengawali dengan semangat melihat sekeliling yang sudah lama tak tersentuh, perlahan tapi pasti satu persatu menjadi rapi dan teratur. Segala energi negatif ditumpahkan dalam usaha berbenah kamar.

Merenung telah membuat fikiran terjaga dan akhirnya menemukan sebuah kesimpulan bahwa mimpi patut diraih, hidup harus terus berlanjut meski badai masalah belum reda.

Mimpi mengobarkan api semangat, masih ada harapan untuk masa depan yang tersimpan. Menjadi terpuruk bukanlah pilihan, seberat apapun masalah mu tetaplah bersemangat dan bermimpi. Karena hari yang cerah sedang menanti mu.

Source : pixabay

Maksimalkan potensi diri

 

Jam seolah berdetak cepat, Jadwal jaga pagi membuat saya seakan tak mampu menghela nafas, aktifitas yang padat dengan pasien di ICU mewarnai hari itu.

Mata mulai tertuju pada jam dinding di ruang ICU tepat pukul 14.30 WIB. Saya bergegas berganti pakaian untuk segera pulang setelah melakukan serah terima pasien kepada tim berikutnya.

Suami yang telah menjemput di depan Rumah Sakit setia menunggu saya hadir di hadapannya. Suami kemudian mengajak saya makan siang di sebuah restoran yang terkenal dengan kelezatan Bistik Ayam.

Setelah makan, saya menuju meja kasir. Mata saya langsung tertuju pada sebuah mesin jahit mungil di atas meja kasir, tampak selembar kain di bawah jarum mesin jahit. Rasa penasaran membuat saya bertanya “Bang, mesin jahit ini dijual ya?” “Iya dijual, tapi ini mesin jahit punya saya, lagi belajar menjahit, kalo jadi orang harus banyak belajar ya..” Jawab Sang pengusaha keturunan Tionghoa itu.

Mendengar jawabannya saya mangut saja sambil menjawab “Iya bang betul itu”. Teringat dahulu mama mengharuskan saya belajar banyak keterampilan.

Sukses sulit diraih bila berfokus pada satu titik, lihatlah sekeliling manfaatkan segala peluang dan asah potensi diri dengan maksimal sehingga sukses dapat dicapai tanpa harus egois bertahan pada satu peluang saja.

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 6 (End)

Cuti kali ini adalah saat yang paling saya tunggu karena bertepatan dengan libur sekolah anak – anak. Ada yang berbeda dengan libur kami saat ini, yaitu kami memutuskan tanpa berlibur. Berbagai agenda menanti libur kami, berikut ini adalah lanjutan cerita saya dan keluarga, semoga menginspirasi untuk mengisi libur anda dan keluarga.

Hari ketujuh cuti

Berwisata bersama keluarga besar

Dering telefon memanggil, Ibu meminta saya untuk ikut piknik ke sebuah arena bermain air. Bersiap dari pagi, ternyata jemputan baru sampai di siang hari.

Meski awalnya anak -anak tampak bosan menunggu, tetapi saat melihat nenek, tante, om dan sepupunya datang menjemput seketika rasa bosan karena menunggu hilang.

Perjalanan yang kami tempuh sekitar 45 menit, bertolak dari Banda Aceh menuju arena bermain air di Aceh Besar.

Suami saya tidak dapat meninggalkan pekerjaannya, saya akhirnya berangkat bersama dua buah hati. Dengan mengendarai dua mobil yang berjalan beriringan kamipun sampai di tempat bermain air tersebut.

Setelah membayar tiket masuk, segera berganti pakaian dan menceburkan diri ke dalam kolam. Beruntung anak – anak cukup bisa diajak berkompromi sehingga semua terkendali meski suami tak menemani kami kali ini.

Mendengarkan ceramah Maulid

Hari ini bertepatan dengan diadakannya ceramah Maulid di daerah kami tinggal, berada tak jauh dari Mesjid membuat saya dapat mendengar isi ceramah dengan seksama.

Hari kedelapan cuti

Menghadiri resepsi pernikahan

Bersama keluarga besar dengan mengendarai tiga roda empat kami bersama menghadiri resepsi pernikahan di daerah Aceh Besar. Bahagia dapat berkumpul bersama keluarga.

Mengunjungi Gramedia

Gramedia adalah tempat yang sangat disukai oleh suami dan anak – anak karena di tempat ini tidak hanya menyediakan buku tetapi berbagai mainan, peralatan tulis dan berbagai pernak – pernik membuat kami betah di tempat ini.

Mengunjungi NA Coffee

Setelah berkeliling Gramedia, kami menuju NA Cofee yang terletak tidak jauh dari Gramedia. Menikmati makanan dengan suasana menyenangkan di tempat ini sungguh waktu yang tidak tergantikan.

Mendekor rumah kecil kami

Suami membeli beberapa stiker dinding dan ia mengajak saya dan anak – anak untuk melihat stiker dinding itu dipasang. Stiker dinding ini meskipun bagian kecil dari rumah, tetapi cukup membuat suasana baru di ruangan. Ruangan tampak lebih hidup dan ceria. Saya memilih tema pohon dan daun hijau di area dapur. Sedangkan yang bergambar Dandelion ditempel di kamar utama.

Baca juga lima cerita sebelumnya tentang cuti saya bersama keluarga :

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart1-wh4ob3s9lu

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 2

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart2-tmno0luuwr

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 3

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart3-u5zgvs14mm

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 4

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart4-dhuhini41w

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 5

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart5-07vz3fqjmb

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 5

Masa cuti bertepatan dengan libur sekolah anak – anak tetapi saya dan keluarga tidak merencanakan agenda untuk berlibur, sebagai gantinya kami memiliki berbagai kegiatan untuk mengisi libur. Berikut ini adalah lanjutan ceritanya.

Hari kelima cuti

Menjumpai guru sekolah anak

Hari ini anak pertama ku menerima raport sekolahnya. Ini adalah kesempatan untuk menjumpai guru sekolah secara langsung. Selama ini saya dan guru hanya berkomunikasi melalui Whats App. Saya dan suami meluangkan waktu untuk menanyakan perkembangan anak kami di sekolah.

Berenang bersama

Bermain air adalah kegemaran anak – anak untuk itu kami mengunjungi sebuah hotel untuk berenang. Kami memilih tempat ini karena memiliki kolam dengan berbagai kedalaman. Anak – anak dapat bermain air dan berenang tanpa rasa khawatir.

Anak – anak sangat gembira, mereka berenang bersama Ayahnya, sedangkan saya mengamati mereka dari pinggiran kolam.

Kolam renang yang tertata cukup apik, tanaman hijau dan gemerincik suara air dari pancuran kolam membuat fikiran menjadi lebih tenang.

Menonton film

Usai berenang anak – anak tampak lapar dan lelah. Setelah makan siang tak lama mereka mulai tertidur. Kini saya menikmati me time dengan menonton film yang saya pilih secara acak di Televisi. Sebuah film drama romantis menjadi pilihan saya. Ceritanya yang menarik membuat saya tak beranjak hingga film selesai.

Hari keenam cuti

Menemui Pandai Besi

Waktu libur har ini saya gunakan untuk menemui seorang pandai besi yang telah saya kenal sebelumnya. Saya dan suami berkonsultasi tentang banyak hal untuk perencanaan pembangunan rumah kami berikutnya.

Makan siang bersama keluarga

Lelah seharian berlarian di rumah kecil kami, sembari saya dan suami juga berbicara banyak dengan pandai besi. Rasa lapar hadir, kami memutuskan untuk singgah di rumah makan. Anak – anak ku sangat gembira makan sambil bermain di arena yang telah disediakan.

Bermain dengan anak – anak

Waktu yang cukup luang membuat saya leluasa bermain dengan anak – anak. Mereka sangat aktif, tampak anak pertama ku sedang menulis dan menggambar, sedangkan di sudut lain anak kedua ku sedang merobek kertas menjadi bagian – bagian kecil yang membuat saya tak dapat menghindar dari bersih – bersih.

Bersambung …..

Baca juga :

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart1-wh4ob3s9lu

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 2

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart2-tmno0luuwr

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 3

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart3-u5zgvs14mm

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 4

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart4-dhuhini41w

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 4

Saya dan keluarga memutuskan tidak berlibur kali ini meskipun saya cuti dan anak – anak libur sekolah, segudang aktifitas kami lakukan bersama. Berikut ini adalah beberapa kegiatan saya saat cuti.

Hari keempat cuti

Sholat Dhuha

Suami selalu mengingatkan agar tak melewatkan waktu Dhuha, jika ada kesempatan. Alhamdulillah, meski tak dapat berdoa dengan panjang karena anak kedua ku yang ingin diperhatikan, ia menarik mukena dan terus memeluk ku.

Minum Kopi Sanger

Menegak Kopi Sanger membangkitkan semangat selama satu hari penuh. Menikmati Kopi Sanger di kedai kopi favorit bersama suami dan anak – anak sangat menyenangkan.

Membaca tulisan teman di steemit

Teman steemit ku Siti membuat tulisan yang mengungkapkan rasa syukurnya atas nikmat dari Pencipta. Suatu hal tak terduga nama saya ada di sana.

Melihat kiriman status Naza

Foto anaknya membuat saya tertarik membuka status Naza. Hari ini pembagian raport pertama buah hatinya, saya jadi teringat memori mengambil raport TK anak saya yang pertama. Lalu saya tersenyum sendiri saat membayangkannya. Oh Tuhan besok putri saya menerima raport semester pertama di Sekolah Dasar. Banyak rasa penasaran tentang hasil raportnya nanti.

Membeli makanan favorit

Di sore hari kami keluar untuk membeli makanan favorit anak kedua ku. Suami ku sendirian masuk ke tempat makan tersebut sedangkan saya dan anak – anak memilih untuk menunggu saja di dalam kendaraan kami.

Berzikir lebih sering

Waktu luang saya pakai untuk berzikir, karena saya punya banyak waktu saat cuti. Alhamdulillah ketenangan hadir setelah saya melakukannya.

Menulis di blog

Sedari awal cuti saya sudah membuat draf catatan harian, tetapi banyak hal bersama keluarga yang saya lakukan, sehingga saya baru memposting tulisan ini di hari keempat cuti.

Bersambung…

Baca juga :

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart1-wh4ob3s9lu

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 2

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart2-tmno0luuwr

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 3

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart3-u5zgvs14mm

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 3

Lanjutan dari cerita saya sebelumnya tentang bagaimana saya menghabiskan waktu cuti meski tanpa berlibur, semoga menginspirasi.

Hari ketiga cuti

Membaca cerita bergambar yang dibuat putri ku

Putri ku mulai menunjukkan minatnya pada karangan fiksi, ia menggambar dan menulis cerita hayalannya di sebuah buku catatan. Aku bahagia mempunyai kesempatan yang cukup lapang untuk membacanya.

Menghadiri undangan

Seorang teman mengundang kami sekeluarga ke rumahnya untuk merayakan maulid. Siang itu kami hadir dengan membawa buah tangan. Makanan yang disediakan beraneka ragam dan semua amat lezat, nasi dan lauk pauk, kopi terenak, aneka kue lezat dan Serabi kuah yang sudah langka juga ada.

Menghabiskan waktu di rumah kecil kami

Rumah adalah tempat dimana privasi dan rasa nyaman anda terjaga, beruntung sekali rezeki dariNya membuat kami dapat memiliki rumah sendiri.

Mengejar anak lelaki ku

Anak kedua ku ini sangat aktif, ia tak berhenti bergerak kesana kemari. Tinggal di ketinggian lantai tiga membuat saya harus ekstra memantau pergerakannya, meski lelah tapi saya bahagia melakukannya.

Bersambung…

Baca juga :

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart1-wh4ob3s9lu

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 2

https://steemit.com/steempress/@rikanurrizki/catatanhariancutitanpaberliburpart2-tmno0luuwr

 

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 2

Masa cuti telah tiba, keluar dari rutinitas kerja, menikmati hari bersama keluarga. Saya dan keluarga memutuskan tidak ada agenda berlibur kali ini meskipun cuti saya bertepatan dengan libur sekolah anak – anak.

Berikut ini adalah lanjutan dari kegiatan saya selama cuti tanpa harus berlibur, semoga menginspirasi :

Hari kedua cuti

Sarapan bersama di kedai kopi favorit

Pagi hari kami mulai dengan sarapan di kedai kopi favorit, meski tanpa foto yang mengabadikannya, tetapi memori kebersamaan akan terus ada diingatan saya dan keluarga.

Menyelesaikan agenda yang tertunda

Semenjak upacara kelulusan Magister saya tak lagi mengunjungi kampus karena berbagai kesibukan, hampir satu tahun transkrip nilai tersimpan di sana, pada waktu cuti ini saya kira sudah tiba saatnya untuk membawa pulang transkrip nilai.

Bersama teman kuliah saat reuni setahun yang lalu

Menyapa teman lama

Lama tak bersua, rasa kangen membuncah juga. Memori tentang kampus dan teman – teman di sana selalu membekas dalam memori bahagia saya. Disaat cuti ini saya beruntung dapat menemui beberapa dari mereka.

Kilas balik masa muda

Memori tentang kampus tak hanya di kelas, atau di ruang dosen tapi kantin juga menyimpan banyak cerita saya selama menempuh pendidikan dan bekerja di kampus. Tentu saja kesempatan berada di kantin tak akan saya lewatkan sekedar untuk mengenang masa muda.

Bersambung

Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

Memasuki hari – hari cuti dari pekerjaan segudang agenda telah menunggu. Meski saya dan keluarga tidak merencanakan agenda berlibur khusus tetapi cuti saya yang juga bertepatan dengan libur sekolah anak – anak merupakan waktu yang sangat berharga.

Berikut cerita saya semoga dapat menginspirasi untuk mengisi waktu cuti tanpa harus berlibur.

Hari pertama cuti

Toilet training untuk anak ku

Usia putra kedua saya yang kini beranjak tiga tahun sudah sepatutnya tak lagi bergantung pada popok bayi. Ia harus belajar buang air di kamar mandi. Tapi kenyataannya hari pertama toilet training gagal total, tidak ada perkembangan.

Memeluk anak ku lebih sering dari biasanya.

Kesibukan saya sebagai pegawai shift membuat waktu bersama anak – anak sedikit berbeda dengan orang tua lainnya, tak jarang saya berangkat kerja saat anak baru saja pulang sekolah. Bahkan dihari libur saya juga harus bekerja, ditambah lagi dengan jadwal libur yang saya dapat seringnya di hari kerja.

Berdoa lebih panjang dari biasanya.

Hari – hari tanpa target waktu, saya dapat berlama – lama dalam doa panjang tanpa perlu mengingat ada rutinitas harian lain yang perlu saya lakukan.

Mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah

Waktu yang cukup luang memungkinkan saya untuk mengunjungi kerabat, terlebih lagi disaat mereka tertimpa musibah.

Bersambung…

Tiga kata dasar dalam sopan santun

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi sebuah toko yang menjual berbagai jenis VCD, mulai dari musik, film bahkan serial drama tersedia lengkap di tempat ini.

Toko yang sebenarnya cukup luas jadi penuh sesak oleh rak pajangan dan ditambah lagi dengan jumlah pengunjung yang ramai membuat tak mudah untuk berpindah dari satu rak ke rak yang lainnya.

Di tengah keramaian pengunjung, mata saya tertuju pada pasangan warga negara asing, mereka tampil amat mencolok dengan penampilan kekinian membuat mata sulit berkedip.

Tiba – tiba perhatian saya seketika teralihkan, suara halus nan lembut menyapa indra pendengaran “excuse me please…”. Segera saya mencari sumber suara tadi, dan ternyata tepat di belakang saya seorang anak kecil dengan rambut yang dikepang halus sedang meminta izin untuk melewati saya yang sedari tadi hanya terpaku menatap kedua orang tuanya.

Saya bertambah kagum dengan pasangan tadi, sejatinya anak mereka yang berusia sekitar 5 tahun telah mampu bersikap sopan santun pada orang lain.

Kejadian tadi amat kontras dengan kenyataan saat ini, dimana banyak orang dewasa di sekitar kita yang tak lagi peduli atau lebih tepatnya tak lagi menularkan sopan santun.

Apa jadinya generasi penerus kita nanti bila dari dini kita tidak memberi contoh bagaimana bersikap sopan santun?

Ada tiga kata dasar yang sepatutnya sering kita ucapkan sebagai bentuk sopan santun dalam berprilaku sehari – hari, yaitu:

Mengucapkan kata “maaf” bila salah

Tak perlu sungkan untuk memulai meminta “maaf” meski kepada bawahan anda, atau anak anda sekalipun bila bersalah padanya.

Mengucapkan kata “terima kasih”

Tak perlu menunda ucapan kata “terima kasih” pada orang yang telah membantu, sekalipun kepada asisten rumah tangga anda.

Mengucapkan kata “tolong”

Tak perlu ragu mengucapkan kata “tolong” disetiap awal sebuah permintaan yang anda minta terhadap orang lain.

Mari mulai dari diri sendiri, tularkan tiga kata dasar dalam sopan santun, karena ini merupakan bagian dari pembelajaran bagaimana menghargai sesama.