Maksimalkan potensi diri

 

Jam seolah berdetak cepat, Jadwal jaga pagi membuat saya seakan tak mampu menghela nafas, aktifitas yang padat dengan pasien di ICU mewarnai hari itu.

Mata mulai tertuju pada jam dinding di ruang ICU tepat pukul 14.30 WIB. Saya bergegas berganti pakaian untuk segera pulang setelah melakukan serah terima pasien kepada tim berikutnya.

Suami yang telah menjemput di depan Rumah Sakit setia menunggu saya hadir di hadapannya. Suami kemudian mengajak saya makan siang di sebuah restoran yang terkenal dengan kelezatan Bistik Ayam.

Setelah makan, saya menuju meja kasir. Mata saya langsung tertuju pada sebuah mesin jahit mungil di atas meja kasir, tampak selembar kain di bawah jarum mesin jahit. Rasa penasaran membuat saya bertanya “Bang, mesin jahit ini dijual ya?” “Iya dijual, tapi ini mesin jahit punya saya, lagi belajar menjahit, kalo jadi orang harus banyak belajar ya..” Jawab Sang pengusaha keturunan Tionghoa itu.

Mendengar jawabannya saya mangut saja sambil menjawab “Iya bang betul itu”. Teringat dahulu mama mengharuskan saya belajar banyak keterampilan.

Sukses sulit diraih bila berfokus pada satu titik, lihatlah sekeliling manfaatkan segala peluang dan asah potensi diri dengan maksimal sehingga sukses dapat dicapai tanpa harus egois bertahan pada satu peluang saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *