Bangga Menjadi Narablog

Menulis awalnya adalah sebuah kegemaran hingga menghasilkan beberapa karya tulis dan Jurnal Ilmiah. Memiliki lingkungan yang menuntut harus terus belajar dan mengembangkan diri mengantarkan saya menjadi seorang narablog.

Awal mula menjadi narablog

Perkenalan saya dengan dunia menulis dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Menulis cerita sehari – hari dalam diary hingga suatu ketika menulis sepucuk surat pengajuan keinginan saya kepada orang tua, dan ternyata alasan yang saya ajukan saat itu mampu menggerakkan hati orang tua untuk menyetujui permintaan saya.

Berlanjut hingga SMP kebiasaan menulis diary tetap saya lakukan. Menginjak usia remaja saat duduk di bangku SMA saya mulai menyusun karya ilmiah bertema Biologi dengan bimbingan dari ayah dan guru sekolah, Alhamdulillah saya cukup puas meski hanya meraih peringkat ke dua tingkat Provinsi.

Sumber gambar : Pixabay

Aktifitas menulis diary tidak lagi berlanjut saat di bangku kuliah, kesibukan di kelas dan laboratorium hingga menjelang malam hari menyita seluruh energi, hingga tiba waktunya menyusun skripsi.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Keperawatan, saya diterima sebagai Staf Pengajar di Perguruan Tinggi Negeri, di sana saya mulai menyusun beberapa modul dan bahan kuliah. Selang beberapa tahun kemudian saya melanjutkan pendidikan pada Magister Keperawatan.

Selama menempuh pendidikan Magister karya tulis yang saya hasilkan hanya sebatas tugas kuliah dan thesis yang telah dipublikasi pada Jurnal Ilmiah.

Beberapa tahun saya habiskan sebagai staf pengajar, kemudian saya diberi kesempatan untuk bergabung di ICU Bedah Jantung Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA).

Kehidupan sebagai pengajar dan perawat ICU sangat berbeda, kesempatan untuk menulis sangat sulit, sehingga mengantarkan rasa rindu teramat sangat untuk menulis.

Suatu hari sebuah link dari media digital milik seorang teman dikirim dalam group percakapan Wathsapp ICU oleh Kepala Unit Instalasi ICU RSUZA dr. Teuku Yasir, SpAn. KIC., mendorong rasa penasaran dan keinginan mendalam untuk memulai menulis di media digital.

Saya mulai dengan semangat menulis di sebuah platform digital, dan Alhamdulillah tulisan saya dipercaya sebagai pemenang dibeberapa kompetisi menulis.

Keinginan untuk terus berkembang akhirnya mengantarkan saya untuk serius menekuni dunia blog melalui akun wordpress dengan domain berbayar ini.

Sumber gambar : Pixabay

Meski jauh dari kata sempurna, tapi saya cukup berbangga, mimpi menjadi penulis di era digital telah menjadi kenyataan. Dunia terasa lebih indah, menjadi narablog di era digital telah melemparkan angan ke batas yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

Saya masih tertatih sebagai narablog, meski seluruh karya tulis digital yang saya hasilkan berasal dari smartphone yang tidak terlalu canggih, tapi semangat untuk terus maju akhirnya membuat saya memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi blog nodi ini.

Sumber gambar : pixabay

Alasan mengapa senang menjadi narablog

  1. Menjadi narablog membuat saya lebih banyak belajar.
  2. Menjadi narablog membuat hidup saya lebih seimbang.
  3. Saat menulis adalah Me time bagi saya.
  4. Menjadi narablog memungkinkan saya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan apa yang saya rasakan pada orang lain.
  5. Narablog telah membuat saya mengenal media digital lebih dalam.
  6. Narablog telah membuat saya mengenal banyak teman baru.
  7. Narablog telah menjadikan saya untuk semakin terpacu dalam mengembangkan diri.
  8. Narablog telah membantu mewujudkan mimpi saya untuk menulis sesuatu yang mudah diakses oleh pembaca.

Konten dalam tulisan

Konten tulisan yang saya hasilkan biasanya tentang motivasi, pengalaman hidup, dan aktifitas saya sehari – hari. Sebagai narablog pemula saya sadar harus lebih banyak belajar, karya saya jauh dari kata sempurna, tetapi semangat untuk terus menulis tidak akan padam.

Menulis dengan handphone

Seluruh tulisan saya hasilkan melalui bantuan handphone sederhana, disela aktifitas sebagai perawat ICU dan juga ibu dari dua buah hati, saya menyempatkan diri untuk memuaskan hasrat saya dalam menulis.

Menulis dengan bantuan smartphone sangat memudahkan saya untuk membuat narasi dimana saja dan kapan saja dibandingkan dengan menggunakan perangkat lain.

Resolusi tahun 2019

Besar harapan saya di tahun 2019 ini untuk semakin mengembangkan blog sehingga dapat bergabung dengan komunitas blogger lainnya, mendapatkan ilmu lebih banyak agar menjadi narablog yang lebih baik.

Saya ingin mengembangkan diri dengan dengan menulis tentang tema – tema lebih serius terutama menyangkut profesi yang saya tekuni saat ini.

Sumber gambar : pixabay

Harapan jika memenangkan kompetisi blog nodi

Kemenangan yang saya raih akan menambah semangat dan rasa percaya diri dalam menulis, saya akan menggunakan hadiah untuk mengembangkan diri dengan membeli buku dan kamera yang sudah lama saya idamkan. Buku adalah sarana bagi saya belajar sedangkan kamera akan saya gunakan untuk menangkap moment dan membagikannya kepada pembaca.

Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih kepada penyelenggara kompetisi blog nodi yang telah memungkinkan saya untuk mengikuti kompetisi luar biasa ini. Semoga tulisan ini menarik bagi dewan juri, dan besar harapan saya bagi pembaca dapat termotivasi agar bergabung menjadi narablog pada era digital ini.

 

Teruslah Bermimpi

Source : pixabay

Semilir angin melewati celah jendela kamar yang sengaja terbuka, meniup tirai dengan penuh tenaga. Ingin rasanya menjadi angin, meniup dengan semangat segala gundah yang sedang melanda hati.

Hilir mudik kekacauan mewarnai hari, membuat berat untuk beranjak dari tempat tidur. Hidup memang tak pernah sama, cerita dari hari ke hari pasti berbeda.

Sekejap membenamkan diri dalam empuknya tempat tidur, menerawang dan banyak berfikir akhirnya sebuah keputusan untuk beranjak dari tempat tidur menjadi keputusan yang bulat.

Source : pixabay

Mengawali dengan semangat melihat sekeliling yang sudah lama tak tersentuh, perlahan tapi pasti satu persatu menjadi rapi dan teratur. Segala energi negatif ditumpahkan dalam usaha berbenah kamar.

Merenung telah membuat fikiran terjaga dan akhirnya menemukan sebuah kesimpulan bahwa mimpi patut diraih, hidup harus terus berlanjut meski badai masalah belum reda.

Mimpi mengobarkan api semangat, masih ada harapan untuk masa depan yang tersimpan. Menjadi terpuruk bukanlah pilihan, seberat apapun masalah mu tetaplah bersemangat dan bermimpi. Karena hari yang cerah sedang menanti mu.

Source : pixabay

Maksimalkan potensi diri

 

Jam seolah berdetak cepat, Jadwal jaga pagi membuat saya seakan tak mampu menghela nafas, aktifitas yang padat dengan pasien di ICU mewarnai hari itu.

Mata mulai tertuju pada jam dinding di ruang ICU tepat pukul 14.30 WIB. Saya bergegas berganti pakaian untuk segera pulang setelah melakukan serah terima pasien kepada tim berikutnya.

Suami yang telah menjemput di depan Rumah Sakit setia menunggu saya hadir di hadapannya. Suami kemudian mengajak saya makan siang di sebuah restoran yang terkenal dengan kelezatan Bistik Ayam.

Setelah makan, saya menuju meja kasir. Mata saya langsung tertuju pada sebuah mesin jahit mungil di atas meja kasir, tampak selembar kain di bawah jarum mesin jahit. Rasa penasaran membuat saya bertanya “Bang, mesin jahit ini dijual ya?” “Iya dijual, tapi ini mesin jahit punya saya, lagi belajar menjahit, kalo jadi orang harus banyak belajar ya..” Jawab Sang pengusaha keturunan Tionghoa itu.

Mendengar jawabannya saya mangut saja sambil menjawab “Iya bang betul itu”. Teringat dahulu mama mengharuskan saya belajar banyak keterampilan.

Sukses sulit diraih bila berfokus pada satu titik, lihatlah sekeliling manfaatkan segala peluang dan asah potensi diri dengan maksimal sehingga sukses dapat dicapai tanpa harus egois bertahan pada satu peluang saja.

Anak lelaki ku dan daun Sanamaki

Belakangan saya dan suami dilanda kekhawatiran, selama ini anak lelaki kami sering mengalami konstipasi. Kami telah berkonsultasi dengan Dokter, tetapi konstipasi tetap saja terjadi.

Dokter menyarankan agar anak kami tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung Ayam. Anak kami dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak air putih dan serat. Segala usaha sudah kami lakukan, tetapi anak kami sangat pemilih dalam makanan, ia hanya senang dengan menu Bistik Ayam.

Ia menolak semua makanan kecuali Bistik Ayam. Hari terus berlanjut begitu juga dengan konstipasi yang berulang terjadi pada anak kami. Berulang kali akhirnya kami memberi obat pencahar melalui anus yang katanya aman bagi anak. Tetapi masalah baru muncul, ia jadi ketakutan saat obat tersebut dimasukkan.

Atas saran seorang Sinse (ahli pengobatan) kami mencari daun Sanamaki di toko obat herbal. Kami berkeliling mencari toko herbal, saya bertanya pada orang – orang, akhirnya kami berhenti di toko obat Bahagia di daerah Pasar Aceh. Disanalah kami menemukan daun Sanamaki.

Sumber: https://i0.wp.com/imedis.net/wp-content/uploads/2015/09/daun-jati-cina.jpg?w=800

Daun Sanamaki mereka sebut daun Sana, hasil googling menyebutkan daun Sana disebut juga daun Jati Cina. Mempunyai khasiat sebagai pelangsing dan mengobati konstipasi.

Kami membeli satu bungkus daun Sanamaki seharga Rp.10.000,-. Sesuai saran dari Sinse untuk anak kami yang usianya 2 tahun 10 bulan, daun Sanamaki diambil sejumput kemudian diseduh dengan air panas 1 gelas kecil (200 ml) kemudian diamkan hingga warna air menjadi kecoklatan. Kemudian diminumkan pada anak kami sebanyak 5 sendok makan, satu kali sehari sebelum tidur.

Daun Sanamaki yang sedang diseduh dengan air panas

Saya meminumkan seduhan tersebut sebelum tidur, tetapi pada pagi hari belum juga ada tanda – tanda ingin buang air pada anak lelaki ku. Hingga pada siang hari setelah saya mencoba meminumkan lima sendok daun Sanamaki yang kedua kalinya. Akhirnya berhasil, anak kami dapat buang air dengan tidak menyakitkan.

Inilah pengalaman anak lelaki saya dengan daun Sanamaki, harap berkonsultasi dengan ahli sebelum memberi seduhan daun Sanamaki pada anak anda agar tak salah dalam pemberian. Sebagai orang tua kita harus teliti bukan ? Semoga bermanfaat.