Catatan harian cuti tanpa berlibur : Part 1

Memasuki hari – hari cuti dari pekerjaan segudang agenda telah menunggu. Meski saya dan keluarga tidak merencanakan agenda berlibur khusus tetapi cuti saya yang juga bertepatan dengan libur sekolah anak – anak merupakan waktu yang sangat berharga.

Berikut cerita saya semoga dapat menginspirasi untuk mengisi waktu cuti tanpa harus berlibur.

Hari pertama cuti

Toilet training untuk anak ku

Usia putra kedua saya yang kini beranjak tiga tahun sudah sepatutnya tak lagi bergantung pada popok bayi. Ia harus belajar buang air di kamar mandi. Tapi kenyataannya hari pertama toilet training gagal total, tidak ada perkembangan.

Memeluk anak ku lebih sering dari biasanya.

Kesibukan saya sebagai pegawai shift membuat waktu bersama anak – anak sedikit berbeda dengan orang tua lainnya, tak jarang saya berangkat kerja saat anak baru saja pulang sekolah. Bahkan dihari libur saya juga harus bekerja, ditambah lagi dengan jadwal libur yang saya dapat seringnya di hari kerja.

Berdoa lebih panjang dari biasanya.

Hari – hari tanpa target waktu, saya dapat berlama – lama dalam doa panjang tanpa perlu mengingat ada rutinitas harian lain yang perlu saya lakukan.

Mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah

Waktu yang cukup luang memungkinkan saya untuk mengunjungi kerabat, terlebih lagi disaat mereka tertimpa musibah.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *