Tiga kata dasar dalam sopan santun

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi sebuah toko yang menjual berbagai jenis VCD, mulai dari musik, film bahkan serial drama tersedia lengkap di tempat ini.

Toko yang sebenarnya cukup luas jadi penuh sesak oleh rak pajangan dan ditambah lagi dengan jumlah pengunjung yang ramai membuat tak mudah untuk berpindah dari satu rak ke rak yang lainnya.

Di tengah keramaian pengunjung, mata saya tertuju pada pasangan warga negara asing, mereka tampil amat mencolok dengan penampilan kekinian membuat mata sulit berkedip.

Tiba – tiba perhatian saya seketika teralihkan, suara halus nan lembut menyapa indra pendengaran “excuse me please…”. Segera saya mencari sumber suara tadi, dan ternyata tepat di belakang saya seorang anak kecil dengan rambut yang dikepang halus sedang meminta izin untuk melewati saya yang sedari tadi hanya terpaku menatap kedua orang tuanya.

Saya bertambah kagum dengan pasangan tadi, sejatinya anak mereka yang berusia sekitar 5 tahun telah mampu bersikap sopan santun pada orang lain.

Kejadian tadi amat kontras dengan kenyataan saat ini, dimana banyak orang dewasa di sekitar kita yang tak lagi peduli atau lebih tepatnya tak lagi menularkan sopan santun.

Apa jadinya generasi penerus kita nanti bila dari dini kita tidak memberi contoh bagaimana bersikap sopan santun?

Ada tiga kata dasar yang sepatutnya sering kita ucapkan sebagai bentuk sopan santun dalam berprilaku sehari – hari, yaitu:

Mengucapkan kata “maaf” bila salah

Tak perlu sungkan untuk memulai meminta “maaf” meski kepada bawahan anda, atau anak anda sekalipun bila bersalah padanya.

Mengucapkan kata “terima kasih”

Tak perlu menunda ucapan kata “terima kasih” pada orang yang telah membantu, sekalipun kepada asisten rumah tangga anda.

Mengucapkan kata “tolong”

Tak perlu ragu mengucapkan kata “tolong” disetiap awal sebuah permintaan yang anda minta terhadap orang lain.

Mari mulai dari diri sendiri, tularkan tiga kata dasar dalam sopan santun, karena ini merupakan bagian dari pembelajaran bagaimana menghargai sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *