Mengapa saya senang menulis

Di awal tahun lalu @sittishabir mengenalkan saya sebuah wadah menulis di dunia maya. Beranjak dari sana saya terus menikmatinya hingga kini.

Aktifitas menulis sangat menyenangkan, dan berikut adalah beberapa alasan mengapa saya menyukainya:

Bentuk rasa syukur

Menulis bagi saya adalah bagian dari rasa syukur atas segala anugerah yang saya dapat baik itu dalam kesedihan maupun bahagia.

Memberi semangat

Menulis sering saya jadikan sebagai jalan keluar dari rasa sakit dan kesedihan, semua perasaan negatif saya ubah menjadi positif dalam bentuk tulisan dengan harapan dapat memberi semangat bagi orang lain.

Keterbukaan dan privasi

Saya punya batasan tulisan seperti apa yang patut untuk dipublikasi, ada pula tulisan yang tetap saya simpan hanya untuk rahasia pribadi saja.

Berimajinasi tanpa batas

Menulis membawa imajinasi saya ke dunia yang selama ini belum pernah terpikirkan. Saya bersyukur atas kemudahan saat menulis. Semua tulisan saya lahir dari keyboard smartphone, dan saya sangat nyaman dengan itu.

Me time

Melalui menulis saya menemukan dunia saya. Sejenak beralih dari aktifitas merawat pasien dan mengasuh anak – anak. Tak butuh waktu berlama dengan bantuan smartphone, saya bisa menemukan me time di mana saja kapan saja.

Saya biasa menulis saat anak – anak tertidur, saat dalam perjalanan atau saat menunggu suami menjemput saya dari tempat kerja.

Mengisi waktu luang dengan hal positif

Bagi saya waktu luang adalah waktu disaat anak – anak telah makan kemudian terlelap dalam buaian dan setelah segala tugas selesai, atau terkadang saya mencuri waktu beberapa menit diantara rutinitas bersama anak – anak untuk menyelesaikan tulisan yang telah saya mulai sebelumnya.

Membaca kemudian menulis

Hasrat menulis terkadang hadir setelah saya membaca. Dan kadang hal ini juga berlaku sebaliknya menulis kadang memaksa saya untuk membaca.

Inilah beberapa alasan saya menulis, saya berharap banyak orang di luar sana yang menulis. Sebuah pertanyaan dari saya bukankah kita mengetahui sejarah masa lalu dan prediksi masa depan dari tulisan yang dibuat para pendahulu?

Tak ada yang kenal dengan seseorang hingga ia dihadirkan dalam tulisan”

Keajaiban Doa

Kaki beranjak dari tempat tidur, hawa pagi mulai menyeruak masuk dari sela pintu, matahari kembali menyapa seolah sambil tersenyum menyambut wajah ku yang kini terpaku di hadapan jendela kamar lantai tiga.

Pemandangan kota mulai tampak, hiruk pikuk, semua tampak sibuk. Alhamdulillah ucap ku dalam hati, terima kasih duhai Pencipta telah selalu menjaga hamba Mu ini.

Hidup layaknya pasang surut, kadang juga terombang ambing. Tapi akankah kita terus berlarut? Seorang Ibu sudah sepatutnya tak boleh tenggelam dalam perasaan yang tak menentu, ibarat kata pepatah biarlah di luar sana sedang badai tetapi hati harus tetap tenang dan damai.

Saat mulai goyah segeralah berwudhu tunaikan sholat wajib dan sunah, berdoalah padaNya. Allah selalu punya cara untuk mengobati kesedihan, kegalauan hati dan rasa sakit.

Air mata akan mudah tertumpah dalam doa membuat hati menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan. Tak perlu risau dengan apapun kata orang, terlebih menyikapi perlakuan orang terhadap kita, tetap tenang, mohon kelapangan hati dan biarlah tanganNya yang bekerja, percayalah Allah selalu bersama orang yang teraniaya dan siapa yang menyakiti akan tersakiti pada waktunya.