Budaya Aceh : Menyaksikan Atraksi Seni Tob Daboh

Minggu pagi saya dan keluarga menikmati santai bersama di Car Free day. Dengan lima menit berjalan kaki, kami sampai di lokasi.

Awalnya tak tampak sesuatu yang berbeda dari Car Free Day sebelumnya. Hingga dari kejauhan terdengar suara alat musik rapai yang sedang ditabuh.

Rapai adalah alat musik yang  ditabuh seperti rebana yang ukuran diameternya lebih besar. Alat musik ini dimainkan oleh beberapa orang.

Peserta Tob Daboh yang sedang menyayat telapak tangannya dengan pedang

Tob Daboh merupakan atraksi unjuk kekebalan senjata tajam. Para peserta atraksi ini menusuk dan menyayat berbagai senjata tajam ke tubuh mereka sambil mengikuti irama musik rapai. Biasanya kesenian ini dipertontonkan di depan khalayak ramai.

Kesenian Tob Daboh yang saya saksikan ini di pertunjukan oleh sanggar Seni Geumilang Kota Banda Aceh. Sanggar ini dibina langsung oleh Walikota Banda Aceh Bapak Aminullah Usman.

Para penabuh rapai dan peserta atraksi mengenakan kaos Sanggar Geumilang Kota Banda Aceh

Bapak Aminullah Usman tampak berada diantara penabuh rapai, ia piawai memainkan alat musik ini. Alat musik rapai dimainkan tanpa jeda sambil peserta atraksi terus menunjukkan kebolehannya.

Tampak Bapak Walikota Aminullah Usman sedang memainkan rapai di belakang atraksi Tob Daboh

Saya takjub melihat kepiawayan mereka dalam menjinakkan berbagai senjata tajam, tanpa ada satupun dari mereka yang terluka.

Berbagai atraksi di pertunjukkan, ada yang menyayat lengannya dengan pedang, menusuk kaki dan anggota tubuh lain dengan rencong, bambu runcing, bahkan alat pengebor juga digunakan.

Berbagai senjata tajam yang digunakan dalam atraksi

Seorang peserta atraksi sedang memasukkan alat bor kedalam rongga mulutnya

Diantara mereka juga tampak peserta Tob Daboh yang masih tergolong anak – anak. Adik laki – laki itu tak menujukkan luka apapun saat perutnya disayat dengan sebilah pedang.

Terlepas dari pantas atau tidaknya anak – anak dilibatkan dalam atraksi yang tergolong berbahaya ini, saya merasa bahwa pelestarian budaya dengan meregenerasi suatu tradisi adalah penting agar budaya tersebut terus lestari dan tidak punah oleh waktu, seperti kesenian Tob Daboh yang kembali dipertunjukkan oleh Sanggar Geumilang Kota Banda Aceh ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *